P.SIDIMPUAN| LIVESUMUT.com – Konstelasi menuju Konferensi IX Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) mulai menghangat.
Sejumlah nama mulai diperbincangkan, salah satunya jurnalis berkompetensi Madya, Samman Siahaan, yang menyatakan kesiapan maju sebagai calon Ketua PWI Tabagsel.
Samman membawa satu pesan utama dalam pencalonannya, yakni perubahan yang lebih baik.
Ia ingin PWI Tabagsel mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus menjadi organisasi yang benar-benar memberi ruang bagi wartawan untuk berkembang.
Bagi Samman, perubahan dunia jurnalistik tidak bisa dihindari. Perkembangan teknologi dan media digital telah mengubah pola kerja wartawan serta cara masyarakat mendapatkan informasi.
Karena itu, PWI Tabagsel menurutnya harus ikut bergerak dan tidak boleh tertinggal.
“Maka kita perlu memodernisasi atau memperbarui pemahaman jurnalisme kita, dengan teknik dan pakem baru seiring perkembangan era digital saat ini,” ungkap Samman, Jumat (14/8/2026).
Ingin PWI Lebih Adaptif
Samman menegaskan, jika diberikan kepercayaan memimpin PWI Tabagsel, dirinya ingin menjadikan organisasi tersebut lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Ia ingin membuka ruang dan merangkul wartawan dari berbagai latar belakang media, sekaligus memperkuat pemahaman jurnalistik yang sesuai dengan tantangan era digital.
Menurutnya, keberadaan PWI harus menjadi kekuatan bersama untuk meningkatkan profesionalisme wartawan, bukan sekadar organisasi yang menjalankan rutinitas administratif dan kegiatan seremonial.
Salah satu fokus yang akan didorongnya adalah penguatan penerapan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Di tengah derasnya informasi media sosial, wartawan dituntut tetap mengedepankan akurasi, verifikasi, independensi dan tanggung jawab kepada publik.
“Wartawan harus mampu menjaga marwah profesinya. Cepat dalam menyampaikan berita penting, tetapi akurasi dan etika tidak boleh dikorbankan,” ujarnya.
Dorong Jurnalisme Berbasis Data
Samman juga membawa gagasan pengembangan jurnalisme data berbasis digital.
Ia menilai kemampuan mengolah dan membaca data menjadi salah satu kebutuhan penting bagi wartawan saat ini.
Dengan kemampuan tersebut, wartawan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menghasilkan karya jurnalistik yang lebih mendalam dan memiliki nilai publik.
“Kita ingin wartawan di Tabagsel tidak tertinggal dengan perkembangan teknologi di kota besar,” katanya.
Untuk mewujudkan hal itu, ia mendorong PWI Tabagsel aktif memfasilitasi peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan kegiatan pengembangan kapasitas secara berkala.
Wartawan Daerah Harus Punya Ruang Berkembang
Samman juga menyoroti tantangan yang dihadapi wartawan daerah di tengah disrupsi digital.
Menurutnya, wartawan saat ini dituntut memiliki kemampuan yang lebih luas. Tidak cukup hanya mampu menulis berita, tetapi juga harus memahami teknologi, pengolahan data, perkembangan media digital hingga perubahan perilaku pembaca.
Karena itu, ia ingin PWI Tabagsel menjadi wadah yang mampu mempertemukan wartawan, membuka jejaring kolaborasi dan menciptakan ruang belajar bersama.
“PWI harus menjadi rumah bersama bagi wartawan. Kita ingin kompetensi meningkat, jaringan semakin luas dan wartawan memiliki kesempatan untuk berkembang,” tuturnya.
Kesejahteraan Jadi Perhatian
Tak hanya berbicara soal peningkatan kompetensi, Samman juga memasukkan kesejahteraan wartawan dalam visi yang ditawarkannya.
Ia berencana mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membuka program fellowship bagi wartawan daerah.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi jurnalis untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.
Menurut Samman, organisasi profesi harus mampu memberikan manfaat nyata kepada anggotanya.
“Jangan sampai PWI hanya hadir ketika ada agenda organisasi. PWI harus aktif memfasilitasi wartawan, baik dari sisi kompetensi, jejaring maupun peluang kesejahteraan,” katanya.
Dengan membawa visi perubahan, modernisasi jurnalisme, penguatan kode etik, peningkatan kompetensi digital serta kesejahteraan wartawan, Samman Siahaan menyatakan siap maju dalam Konferensi IX PWI Tabagsel.
Kini, pertarungan gagasan menuju kursi Ketua PWI Tabagsel mulai bergulir. Konferensi IX nantinya tidak hanya akan menentukan siapa yang memimpin organisasi, tetapi juga menentukan arah PWI Tabagsel menghadapi tantangan baru dunia pers di era digital.






