Scroll untuk baca artikel
Daerah

Diskusi Publik Gerak Nusantara Sumut: Strategi Reformasi Pertamina Bebas Korupsi

511
×

Diskusi Publik Gerak Nusantara Sumut: Strategi Reformasi Pertamina Bebas Korupsi

Sebarkan artikel ini

Pematangsiantar, LIVESUMUT.com – Industri minyak dan gas (migas) di Indonesia kembali menjadi sorotan publik akibat dugaan kuat adanya praktik mafia migas yang merugikan keuangan negara.

PT Pertamina, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertanggung jawab atas pengelolaan energi nasional, sering dikaitkan dengan berbagai kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme yang menghambat efisiensi serta transparansi perusahaan.

Ketua Gerak Nusantara Sumatera Utara, Torop Sihombing, menyoroti kebijakan pemerintah dalam menutup Petral sebagai langkah strategis membangun reformasi di sektor energi dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan minyak.

Baca Juga :  Korupsi Pertamina, Ahok Siap Buka Bukti di Persidangan: "Saya Pernah Ancam Pecat Riva!"

“Petral sebelumnya merupakan anak perusahaan Pertamina yang berbasis di Singapura dan sering dikaitkan dengan praktik perkara impor,” ungkapnya.

Setelah Petral dibubarkan, pengadaan minyak mentah dan BBM dialihkan langsung ke Pertamina melalui anak usahanya, Integrated Supply Chain (ISC), yang bertugas menangani impor minyak dengan lebih transparan dan efisien.

Namun, ISC kini tersandung kasus dugaan mafia minyak yang sedang ditangani Kejaksaan Agung, dengan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp197,3 triliun.

Sejalan dengan upaya pemerintah dalam memberantas korupsi dan mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), Sekretaris DPD Gerak Nusantara Sumatera Utara, Ferry Simarmata, menegaskan perlunya langkah konkret untuk membersihkan Pertamina dari praktik-praktik yang merugikan negara dan masyarakat.

Baca Juga :  Viral Cekcok di SPBU Kota Galuh, Pihak SPBU: “Bukan Mafia Gas, Hanya Kesalahpahaman"

“Untuk mensinkronkan program organisasi secara nasional, DPD Gerak Nusantara Sumatera Utara akan mengadakan Diskusi Publik pada 19 Maret 2025. Acara ini akan menghadirkan para pemangku kepentingan untuk membahas langkah-langkah strategis dalam reformasi Pertamina, memastikan transparansi, serta membangun sistem yang bebas dari mafia migas. Untuk kepentingan ini, maka kita mulai dari nol,” ujar Ferry.

Diskusi ini diharapkan menjadi momentum bagi semua pihak untuk memperjuangkan perubahan di tubuh Pertamina, agar tetap menjadi BUMN yang memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

You cannot copy content of this page