Scroll untuk baca artikel
Health

Ironi Kesehatan: Balita di Medan Kehilangan Hak atas KIS Gratis

287
×

Ironi Kesehatan: Balita di Medan Kehilangan Hak atas KIS Gratis

Sebarkan artikel ini

Medan, LIVESUMUT.com – Program Kartu Indonesia Sehat (KIS), yang merupakan bagian dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan, telah dirancang untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama masyarakat yang kurang mampu.

Namun, ironi terjadi ketika seorang balita bernama Kayla Azzahra (3), warga Lingkungan VII, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, kehilangan akses terhadap layanan KIS gratis dari pemerintah.

Permasalahan ini bermula pada Oktober 2024 ketika Kayla mengalami demam dan batuk.

Baca Juga :  Sambut Hari Bhayangkara, Polres Samosir, PMI dan RSUD Berkolaborasi Gelar Donor Darah

Orang tuanya membawanya ke Klinik Dandy, tetapi mereka mendapati bahwa KIS milik Kayla tidak lagi dapat digunakan.

Demi kesembuhan anaknya, orang tua Kayla terpaksa membayar biaya pengobatan secara tunai.

Tidak tinggal diam, orang tua Kayla mendatangi kantor BPJS Kesehatan Wilayah 1 Cabang Medan untuk mencari solusi.

Namun, petugas BPJS menyatakan bahwa masalah tersebut harus diselesaikan melalui Dinas Sosial.

Sesuai arahan, mereka membawa surat keterangan dari Dinas Sosial ke Kantor Lurah Nelayan Indah.

Meski demikian, hingga Jumat (20/12/2024), mereka kembali menghadapi kekecewaan karena KIS Kayla dinyatakan tidak lagi aktif, dan pendaftaran ulang melalui aplikasi JKN juga tidak berhasil.

Baca Juga :  Bobby Nasution Hormati Gugatan Edy-Hasan: "Itu Hak Mereka"

Ayah Kayla mempertanyakan mengapa anaknya, yang sebelumnya mendapat KIS gratis sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI), kini tidak lagi ditanggung.

“Anehnya negeri ini, ketika kami yang tidak mampu diberikan KIS PBI, tetapi balita seperti Kayla justru dikesampingkan,” ujarnya.

Kisah ini mencerminkan permasalahan sistemik dalam administrasi dan pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional.

Keberlanjutan layanan KIS bagi masyarakat kurang mampu, khususnya balita seperti Kayla, seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan haknya atas layanan kesehatan.

You cannot copy content of this page