Scroll untuk baca artikel
Health

Proyek SPAM Rp450 Juta Parsingguran II Diduga Gunakan Air Kubangan Kerbau, Warga Geram!

1010
×

Proyek SPAM Rp450 Juta Parsingguran II Diduga Gunakan Air Kubangan Kerbau, Warga Geram!

Sebarkan artikel ini

Humbahas, LIVESUMUT.com – Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Dusun VII, Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, yang menelan anggaran Rp 450 juta, kini menuai sorotan.

Proyek yang dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok Swakelola Masyarakat (KSM) ini diduga menggunakan sumber air yang tercemar.

Sumber air yang digunakan disebut berasal dari kubangan kerbau dan lahan pertanian warga.

“Airnya di atas (hulu) sudah banyak digunakan masyarakat, ada tempat memandikan kerbau, dan mengaliri sawah,” ungkap warga setempat, Sihombing, kepada awak media, Sabtu (15/2/2025).

Baca Juga :  AKBP Choky Sentosa Meliala Pimpin Pembagian Makan Bergizi, Anak-Anak SD Antusias

Pantauan langsung di lokasi menunjukkan bahwa titik reservoir hingga ke sumber air di hulu berjarak sekitar 4 kilometer.

Sepanjang aliran tersebut, air melewati berbagai lahan pertanian padi, jagung, dan cabai, serta area gembala puluhan ternak kerbau milik warga.

Ketua DPD GP3B (Generasi Peduli Budaya Bangso Batak) Kabupaten Humbahas, Mahalel Banjarnahor, menyesalkan hal ini.

Menurutnya, Dinas Perkim Kabupaten Humbahas tidak bekerja sesuai prosedur karena proyek penyediaan air minum seharusnya diawali dengan uji laboratorium terhadap sumber air.

“Ini airnya bisa saya pastikan terkontaminasi. Kalau ada yang bilang itu air bersih, tunjukkan ke saya orangnya,” tegas Mahalel.

Baca Juga :  Pj Sekdaprov Sumut Dorong RS Haji Medan Tingkatkan Pelayanan pada Tahun 2025

Ia juga menekankan bahwa dirinya telah lama tinggal di Parsingguran II dan sangat memahami kondisi sumber air di sana.

“Saya lahir di sini, berpuluh tahun di sini, dibesarkan di sini, saya tahu persis sumber airnya. Dinas Perkim jangan coba-coba ngasih racun ke masyarakat,” tambahnya.

Proyek ini sebelumnya sempat dilaporkan mangkrak sejak dimulai pada 16 Juni 2024.

Meski kini mulai diperbaiki, air belum mengalir ke rumah warga, bahkan kini sumber air menjadi polemik karena dinilai tercemar.

Baca Juga :  Kapolres Humbahas Cek Kesiapan Pos PAM Operasi LILIN TOBA 2024 untuk Pengamanan Nataru

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perkim Humbahas, Anggiat Manullang, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang diajukan wartawan, baik secara langsung maupun melalui pesan WhatsApp.

You cannot copy content of this page