Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Advertisement Mitsubishi Dipo Medan - Santo Manalu
Advertisement
Advertisement
Daerah

Pemkab Palas dan Madina Sepakat Buka Jalan Penghubung, Waktu Tempuh Terpangkas 3 Jam

1842
×

Pemkab Palas dan Madina Sepakat Buka Jalan Penghubung, Waktu Tempuh Terpangkas 3 Jam

Sebarkan artikel ini

Padang Lawas, LIVESUMUT.com – Pemerintah Kabupaten Padang Lawas (Palas) dan Mandailing Natal (Madina) akhirnya mencapai kesepakatan untuk membuka akses jalan baru yang akan menghubungkan Desa Hapung (Palas) dengan Desa Pagur, Kecamatan Panyabungan Timur (Madina).

Kesepakatan ini tercapai dalam kunjungan kerja Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, ke Kantor Bupati Palas, Selasa (10/6/2025).

Jalan penghubung ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh antarwilayah yang sebelumnya memakan waktu 5-6 jam, menjadi hanya 2-3 jam.

Selama ini, perjalanan antar kedua kabupaten harus memutar jauh melalui wilayah Tapanuli Selatan.

Baca Juga :  Polres Padangsidimpuan Diminta Usut Dugaan Pungli Berkedok SPP di SMA/SMK Negeri

Bupati Palas, Putra Mahkota Alam Hasibuan, SE, menyatakan dukungan penuh atas proyek ini.

“Kami dari Pemkab Palas siap bekerja sama dan berterima kasih atas sinergi ini. Semoga memberi manfaat besar bagi masyarakat dua kabupaten,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, mengungkapkan bahwa tim dari Dinas PUPR Madina, bersama TNI Koramil 13 Panyabungan dan masyarakat setempat, telah mulai turun ke lapangan untuk memetakan jalur, menghitung panjang jalan, dan merencanakan pembangunan jembatan.

“Jalur ini akan menjadi penghubung penting dan mempercepat pergerakan ekonomi, apalagi Panyabungan berpotensi jadi pusat transportasi di wilayah Tabagsel,” ujar Saipullah.

Baca Juga :  Menkes Kunjungi Taput, Bupati Usulkan Pembangunan Rumah Sakit Baru

Usai pertemuan, rombongan langsung meninjau titik nol pembangunan jalan di Desa Hapung.

Jalur ini sebenarnya sudah mulai digagas sejak 2017 dan sempat dibuka awal oleh Gubernur Sumut saat itu, Edy Rahmayadi.

Diharapkan, dengan dibukanya jalur ini, konektivitas antarwilayah di kawasan selatan Sumatera Utara akan semakin terbuka dan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page