Scroll untuk baca artikel
HealthPeristiwa

Dokter UGD Parapat Diduga Arogan, Suruh Staf Amankan Wartawan yang Hendak Konfirmasi Terkait Pasien

555
×

Dokter UGD Parapat Diduga Arogan, Suruh Staf Amankan Wartawan yang Hendak Konfirmasi Terkait Pasien

Sebarkan artikel ini

Simalungun, LIVESUMUT.com | Suasana ruang Instalasi Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, mendadak tegang pada Senin (22/9/2025).

Seorang dokter jaga diduga menunjukkan sikap arogan terhadap wartawan IndonesiaSatu.co.id yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik.

Menurut pengakuan wartawan IndonesiaSatu.co.id, kejadian bermula saat jurnalis media tersebut mencoba meminta izin untuk melakukan konfirmasi terkait kondisi dua pasien korban anarkis yang dirawat di RSUD Parapat.

Dengan sopan, wartawan memperkenalkan diri dan meminta waktu untuk wawancara.

“Mohon izin Bu Dokter, izin konfirmasi perihal kondisi kedua korban anarkis yang terjadi di Nagori Sihaporas Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun,” ujar wartawan tersebut.

Baca Juga :  Remaja di Bogor Alami Perubahan Kelamin, Aktivitas Sekolah Ditunda

Namun, dokter jaga bernama dr. Menti Siburian yang saat itu menangani pasien justru menolak memberikan keterangan.

Lebih jauh, ia bahkan meminta wartawan agar langsung mewawancarai pihak keluarga korban.

Tak berhenti di situ, dr. Menti diduga mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan dengan menyuruh staf rumah sakit untuk mengamankan wartawan.

“Hehhh kalian amankan wartawan ini, ada wartawan di sini kalian amankan,” ujar dr. Menti dengan nada tinggi, seolah memperlakukan jurnalis sebagai pihak yang mengganggu.

Padahal, sebelum mendatangi dokter, wartawan mengaku terlebih dahulu sudah meminta izin kepada Direktur RSUD Parapat, dr. Amran Situmorang.

Baca Juga :  DPW APPI Sumut dan LSM Gempur Deli Serdang Bantu Anak Penderita Hicprung di RSHAM Medan

Saat itu, direktur justru menyarankan agar konfirmasi dilakukan kepada dokter yang menangani pasien.

“Sebelumnya saya sudah minta wawancara kepada direktur RSUD Parapat dr. Amran Situmorang. Lalu direktur mengatakan sebaiknya abang wawancara dengan dokter yang menangani pasien, karena yang tahu kondisi kedua korban adalah dokter yang menangani,” terang wartawan IndonesiaSatu.co.id.

Ternyata, sikap arogan yang ditunjukkan oleh oknum dokter di RSUD Parapat bukan kali ini saja terjadi.

Menurut informasi, sebelumnya juga pernah terjadi peristiwa serupa hingga berujung pada penonaktifan direktur rumah sakit beberapa bulan lalu.

Baca Juga :  MK Putuskan Wartawan Tak Boleh Langsung Digugat Hukum Pidana atau Perdata

Saat dikonfirmasi ulang oleh Redaksi LIVESUMUT.com terkait kejadian tersebut, dr. Amran Situmorang memberikan klarifikasi.

“Sebelumnya mohon maaf ya Bang. Setelah konfirmasi sama dokter Menti, bukan menolak wawancara, posisi pasien kita di UGD masih banyak dan gawat darurat. Memang posisi dokter sama perawat masih sibuk Bang. Izin yaa Bang,” jawab dr. Amran.

Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, khususnya terkait peristiwa anarkis yang memakan korban jiwa maupun luka-luka.

You cannot copy content of this page