Deli Serdang, LIVESUMUT.com — Proyek pembangunan jembatan senilai Rp 6,5 miliar di desa Pagar Merbau 3, Kecamatan Lubuk Pakam , Kabupaten Deli Serdang, kembali mencuri perhatian publik. Bukan karena progres pengerjaan, melainkan dugaan keterlambatan pembayaran upah seorang pekerja yang bertugas di lapangan.
Ramos Alexander Siahaan, pekerja yang ditugaskan sebagai pengatur lalu lintas proyek (traffic management), menyampaikan keluhannya usai merasa tidak diberikan haknya setelah bekerja selama satu minggu.
“Saya sudah bekerja sesuai tugas dan arahan. Tetapi hingga hari ini, satu minggu gaji saya belum dibayar,” ujar Ramos, Sabtu (22/11/2025).
Tidak hanya menunggu tanpa kepastian, Ramos juga mengaku dibuat bingung oleh jawaban pihak perusahaan. Menurutnya, klarifikasi dari Humas CV. Murai Batu, Hery Situmorang, justru menambah tanda tanya besar.
“Tanya ke pemuda setempat itu saja jawabannya,” kata Hery kepada Ramos, tanpa memberikan dokumen atau surat keputusan yang menjelaskan mekanisme pembayaran.
Kebingungan tersebut ternyata juga dirasakan pihak keluarga. Kakak kandung Ramos mengaku sudah berupaya mencari kejelasan dengan menghubungi pihak proyek, namun jawaban yang diterima justru semakin menimbulkan dugaan ketidakteraturan manajemen internal.
“Saya sudah menghubungi Hery, katanya suruh Ramos temui seseorang bernama Ucok Opung Sungguh. Setelah ditemui, Ucok malah bilang tidak ada instruksi soal pembayaran. Pertanyaannya, siapa Ucok ini? Apakah dia bagian dari manajemen atau hanya pekerja biasa? Karena setahu kami tidak ada SK dari CV. Murai Batu yang memberikan wewenang pembayaran kepadanya,” tegasnya dengan nada kecewa.
Situasi ini membuka spekulasi mengenai adanya masalah finansial atau minimnya kesiapan perusahaan terkait pembayaran upah pekerja, meski proyek tersebut bernilai miliaran rupiah. Selain itu, kasus ini juga mengungkap persoalan transparansi, sistem komunikasi internal, dan perlindungan hak tenaga kerja di proyek konstruksi besar di Deli Serdang.
Hingga laporan ini diturunkan, pihak CV. Murai Batu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlambatan pembayaran tersebut.













