Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Promo Mitsubishi Medan - Hubungi Santo Manalu
Daerah

Upah Tak Kunjung Dibayar, Pekerja Proyek Rp 6,5 Miliar Pertanyakan Komitmen CV. Murai Batu

333
×

Upah Tak Kunjung Dibayar, Pekerja Proyek Rp 6,5 Miliar Pertanyakan Komitmen CV. Murai Batu

Sebarkan artikel ini

Deli Serdang, LIVESUMUT.com — Proyek pembangunan jembatan senilai Rp 6,5 miliar di desa Pagar Merbau 3, Kecamatan Lubuk Pakam , Kabupaten Deli Serdang, kembali mencuri perhatian publik. Bukan karena progres pengerjaan, melainkan dugaan keterlambatan pembayaran upah seorang pekerja yang bertugas di lapangan.

Ramos Alexander Siahaan, pekerja yang ditugaskan sebagai pengatur lalu lintas proyek (traffic management), menyampaikan keluhannya usai merasa tidak diberikan haknya setelah bekerja selama satu minggu.

Klik gambar untuk melihat produk dan belanja di Shopee 👇!

“Saya sudah bekerja sesuai tugas dan arahan. Tetapi hingga hari ini, satu minggu gaji saya belum dibayar,” ujar Ramos, Sabtu (22/11/2025).

Tidak hanya menunggu tanpa kepastian, Ramos juga mengaku dibuat bingung oleh jawaban pihak perusahaan. Menurutnya, klarifikasi dari Humas CV. Murai Batu, Hery Situmorang, justru menambah tanda tanya besar.

Baca Juga :  Disnaker Sumut Perketat Pengawasan PT EPI, Manajemen Janji Perbaiki Upah Pekerja

“Tanya ke pemuda setempat itu saja jawabannya,” kata Hery kepada Ramos, tanpa memberikan dokumen atau surat keputusan yang menjelaskan mekanisme pembayaran.

Kebingungan tersebut ternyata juga dirasakan pihak keluarga. Kakak kandung Ramos mengaku sudah berupaya mencari kejelasan dengan menghubungi pihak proyek, namun jawaban yang diterima justru semakin menimbulkan dugaan ketidakteraturan manajemen internal.

“Saya sudah menghubungi Hery, katanya suruh Ramos temui seseorang bernama Ucok Opung Sungguh. Setelah ditemui, Ucok malah bilang tidak ada instruksi soal pembayaran. Pertanyaannya, siapa Ucok ini? Apakah dia bagian dari manajemen atau hanya pekerja biasa? Karena setahu kami tidak ada SK dari CV. Murai Batu yang memberikan wewenang pembayaran kepadanya,” tegasnya dengan nada kecewa.

Baca Juga :  Perkembangan Kasus Penculikan Kadis PUTR: Polres Toba Tegaskan Penanganan Profesional

Situasi ini membuka spekulasi mengenai adanya masalah finansial atau minimnya kesiapan perusahaan terkait pembayaran upah pekerja, meski proyek tersebut bernilai miliaran rupiah. Selain itu, kasus ini juga mengungkap persoalan transparansi, sistem komunikasi internal, dan perlindungan hak tenaga kerja di proyek konstruksi besar di Deli Serdang.

Hingga laporan ini diturunkan, pihak CV. Murai Batu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlambatan pembayaran tersebut.

Advertisement
Advertisement
ADVERTISEMENT

You cannot copy content of this page