Scroll untuk baca artikel
Daerah

Yayasan Pelita Kita Bersama Sulutkan Semangat Bakti di HUT RI ke-81

63
×

Yayasan Pelita Kita Bersama Sulutkan Semangat Bakti di HUT RI ke-81

Sebarkan artikel ini
Oplus_0

Taput, LIVESUMUT.com — Semangat kemerdekaan tak hanya dirayakan dengan upacara dan perlombaan. Di kawasan wisata Salib Kasih, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, kemerdekaan diterjemahkan dalam bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak, gotong royong, hingga penghargaan bagi para pejuang gizi.

Semangat itu terlihat dalam kegiatan yang digelar Yayasan Pelita Kita Bersama, Sabtu (15/8/2026), dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mengusung tema “Peduli Kesehatan Gigi Anak”, kegiatan tersebut berhasil mempertemukan 322 peserta didik dalam sebuah edukasi kesehatan gigi yang digelar bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Tapanuli Utara.

Di bawah pendampingan drg. Bunga Silalahi, anak-anak diajak memahami bahwa menjaga kesehatan gigi bukan sekadar urusan penampilan, tetapi bagian penting dari menjaga kesehatan tubuh sejak usia dini.

Namun, kegiatan hari itu tidak berhenti di ruang edukasi.

Sejak pukul 08.00 WIB, semangat gotong royong turut menggema di sepanjang jalan menuju kawasan Salib Kasih. Para peserta bersama sejumlah pihak melakukan aksi bersih-bersih. Bupati Tapanuli Utara bersama rombongan bahkan ikut turun langsung dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Guru Penanggung Jawab MBG Dapat Insentif Rp100 Ribu per Hari, Cair Setiap 10 Hari

Dari anak-anak yang belajar merawat gigi, masyarakat yang bergotong royong, hingga relawan yang berjibaku memenuhi kebutuhan gizi menjadi bagian dari satu semangat mengabdi.

Semangat itu kemudian diarahkan kepada para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lumban Siagian Jae. Yayasan Pelita Kita Bersama memberikan apresiasi melalui sejumlah perlombaan yang dikemas penuh keakraban dan keceriaan.

Tarik tambang, joget menggunakan balon, hingga lomba memasukkan paku ke dalam botol membuat suasana peringatan HUT RI semakin meriah.

Bagi Ketua Yayasan Pelita Kita Bersama, Edy Jhonson Simanjorang, kegiatan tersebut memiliki pesan yang lebih besar. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menurutnya, jangan hanya dipandang dari sisi anggaran, bisnis, ataupun persoalan administratif.

Baca Juga :  Khidmat, Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT RI ke-80 Digelar di Samosir

Ia menekankan bahwa di balik sepiring makanan yang diterima anak-anak, terdapat kerja keras dan pengabdian banyak orang.

“MBG itu bukan masalah uang, bukan masalah korupsi, dan bukan masalah bisnis. Tapi hari ini MBG merupakan tentang bakti,” tegas Edy.

Menurutnya, apresiasi kepada relawan SPPG merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.

“Ini juga merupakan bentuk semangat buat relawan SPPG Lumban Siagian Jae yang sudah berbakti untuk memenuhi kebutuhan gizi terhadap anak-anak,” katanya.

Yayasan Pelita Kita Bersama, lanjut Manjorang, juga menyatakan kesiapannya mengikuti perubahan tata kelola serta menjalankan kegiatan sesuai petunjuk teknis dan ketentuan Badan Gizi Nasional.

“Kami ingin MBG bukan hanya soal makanan bergizi, tetapi juga menghadirkan kepedulian, edukasi, dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika perhatian publik terhadap pelaksanaan MBG kembali menguat menyusul isu dugaan keracunan makanan di wilayah Berastagi.

Baca Juga :  Bupati Taput Dukung 47 Mahasiswa KKN IAKN Tarutung Siap Bangun Desa

Di tengah situasi itu, edukasi kesehatan anak dipandang sebagai langkah penting untuk memperluas makna program. Anak-anak tidak hanya mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga pengetahuan untuk menjaga kesehatan diri.

Dinas Kesehatan diwakili Kabid P2P Sevendris Butarbutar yang hadir dalam kegiatan tersebut berharap apa yang dilakukan Yayasan Pelita Kita Bersama dapat menjadi contoh bagi SPPG lainnya.

“Semoga dapur yang lain juga ikut memberikan pelayanan dan edukasi seperti ini, peduli terhadap kesehatan, khususnya yang dimulai dari anak-anak,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Utara, staf ahli Bupati, Camat Siatas Barita, kepala desa setempat, jajaran Yayasan Pelita Kita Bersama, relawan SPPG, tenaga kesehatan, serta para peserta didik.

Di bawah panorama Salib Kasih, peringatan HUT ke-81 RI akhirnya memiliki warna tersendiri.

You cannot copy content of this page