Scroll untuk baca artikel
Daerah

300 Karateka Wadokai Ikuti UKT di Menara Pandang, Bupati Taput Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

59
×

300 Karateka Wadokai Ikuti UKT di Menara Pandang, Bupati Taput Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

Sebarkan artikel ini

Taput, LIVESUMUT.com – Semangat dan disiplin mewarnai Kawasan Salib Kasih/Menara Pandang, Kecamatan Siatas Barita, Minggu (14/6/2026), saat sekitar 300 karateka mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat / Sabuk Kyu Wadokai yang secara resmi dibuka oleh Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Hutabarat, S.Si., M.Si.

Kegiatan yang menjadi ajang evaluasi sekaligus pembinaan atlet karate tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Olahraga (Disparbudpora) Tapanuli Utara, Betty Sitorus. Hadir pula Ketua Majelis Sabuk Hitam Wadokai Sumatera Utara Sensei Haryanto, Ketua Harian Wadokai Pemprov Sumut Sensei Januarsa, Tim Penguji Wadokai Pemprov Sumut, Ketua KONI Taput Tulus Simanjuntak, Ketua FORKI Taput Sofian Pane, serta Ketua Wadokai Taput Franky Hutabarat.

Baca Juga :  Vonis 10 Bulan untuk Ibu Hamil dan Dua Terdakwa, Keadilan Dipertanyakan di PN Sibolga

Dalam sambutannya, Bupati JTP Hutabarat memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus, pelatih, dan orang tua yang selama ini berperan aktif dalam mendukung pembinaan olahraga karate di Kabupaten Tapanuli Utara.

Menurutnya, ujian kenaikan sabuk tidak hanya menjadi tolok ukur kemampuan teknik para karateka, tetapi juga merupakan bagian penting dalam membentuk karakter, mental, dan kedisiplinan generasi muda.

“Saya mengapresiasi seluruh pengurus, pelatih, dan orang tua yang telah mendukung pembinaan olahraga karate di Kabupaten Tapanuli Utara. Ujian kenaikan sabuk ini bukan sekadar evaluasi teknik, tetapi juga bagian penting dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, dan mental para karateka,” ujar Bupati.

Baca Juga :  Bupati JTP Pacu Petani Milenial Sisordak, BUMDes Disiapkan Jadi Penopang Program MBG

Bupati juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti ujian dengan penuh kesungguhan serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan rasa hormat kepada pelatih maupun sesama karateka.

“Saya berharap seluruh peserta mengikuti ujian ini dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi sportivitas, dan menghormati pelatih serta sesama karateka. Pembinaan atlet harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar dapat melahirkan generasi muda yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama Tapanuli Utara di berbagai ajang kompetisi,” tegasnya.

Pelaksanaan ujian yang diikuti ratusan karateka tersebut menjadi bukti berkembangnya olahraga karate di Tapanuli Utara. Selain menjadi ajang peningkatan kemampuan, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

You cannot copy content of this page