Medan, LIVESUMUT.com – Setiap kali Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam agenda kenegaraan maupun kegiatan resmi pemerintahan, media sosial hampir selalu dipenuhi beragam komentar dari warganet. Belakangan ini, salah satu kalimat yang ramai menjadi sorotan adalah, “Kenapa masih dikasih mic?”, yang banyak bermunculan di kolom komentar berbagai unggahan video pidato Presiden.
Berdasarkan penelusuran di sejumlah platform media sosial seperti X, TikTok, Instagram, hingga Facebook, potongan video pidato Presiden Prabowo terus menjadi bahan diskusi. Sebagian pengguna media sosial melontarkan kritik terhadap gaya komunikasi Presiden yang dinilai kerap menyampaikan pidato dengan durasi panjang, spontan, serta berulang mengangkat tema-tema tertentu.
Sorotan kembali menguat setelah pidato terbaru Presiden Prabowo di mimbar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026). Dalam pidato tersebut, Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia.
Presiden menyatakan bahwa “semua pakar” meramalkan ekonomi Indonesia dalam beberapa dekade mendatang akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia, bahkan berada di atas Jerman, Inggris, dan Prancis. Potongan video pidato tersebut dengan cepat menyebar luas di media sosial dan kembali memicu perdebatan di kalangan warganet.
Tak lama setelah video pidato itu beredar, kolom komentar di berbagai platform kembali dipenuhi beragam tanggapan. Komentar “Kenapa masih dikasih mic?” menjadi salah satu yang paling banyak dibagikan ulang. Selain itu, muncul pula komentar bernada satire seperti, “Setiap orang ini ketemu mic kiamat maju sehari.” Di sisi lain, tidak sedikit warganet yang memberikan pembelaan dengan menilai gaya bicara Prabowo memang lugas, spontan, dan telah menjadi ciri khasnya.
Fenomena viralnya pidato Presiden Prabowo bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, sebuah video di TikTok bertajuk “Bingo Pidato Prabowo” juga sempat menjadi perbincangan setelah kreatornya menandai berbagai istilah yang dianggap sering diucapkan Presiden dalam berbagai kesempatan. Video tersebut ditonton jutaan kali dan memunculkan ribuan komentar dari warganet.
Selain itu, sejumlah ucapan spontan Presiden seperti, “Londo Ireng”, “Endasmu”, “Emang gue pikirin?”, hingga penggunaan istilah “bajingan” dalam pidato resmi juga pernah menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Sebagian masyarakat menilai gaya komunikasi tersebut mencerminkan karakter yang lugas dan apa adanya, sementara sebagian lainnya berpendapat seorang kepala negara sebaiknya lebih menjaga pilihan kata dalam forum resmi.
Di tengah ramainya perdebatan tersebut, hasil riset Sintesa Strategi Indonesia (SSI) menunjukkan komunikasi pemerintahan masih sangat bertumpu pada figur Presiden Prabowo. Berdasarkan pemantauan terhadap jutaan percakapan di media sosial, berbagai isu kebijakan pemerintah lebih banyak dikaitkan dengan komunikasi langsung Presiden dibandingkan para menteri di kabinetnya.
Meski menuai kritik dan sindiran, dukungan terhadap Presiden Prabowo juga tetap ada terlihat di media sosial.
Fenomena ini menunjukkan bahwa setiap pidato Presiden Prabowo kini tidak hanya menjadi bagian dari agenda kenegaraan, tetapi juga menjadi konsumsi publik di ruang digital yang memunculkan berbagai respons, mulai dari kritik, dukungan, perdebatan, hingga humor yang dengan cepat menjadi viral di media sosial.













