Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Polda Jambi Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi DAK SMK 2022

454
×

Polda Jambi Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi DAK SMK 2022

Sebarkan artikel ini

Jambi, LIVESUMUT.com | Kepolisian Daerah (Polda) Jambi melalui Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) kembali mencatat kemajuan signifikan dalam penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan peralatan praktik utama Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik SMK Tahun Anggaran 2022.

Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (7/8/2025), Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol. Taufik Nurmandia mengungkapkan bahwa penyidik telah menetapkan tiga tersangka baru, hasil pengembangan dari penyidikan sebelumnya terhadap ZH, pejabat pembuat komitmen (PPK) di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Baca Juga :  Polres Sergai Bongkar 3 Kasus PPA: Cabuli Lansia 81 Tahun, Bawa Lari Anak, dan Pencabul Tiga Bocah di Masjid

“Dalam pengembangan dari tiga laporan polisi, kami menetapkan tiga tersangka. Dua di antaranya, yakni RWS dan ES, telah ditahan. Sedangkan satu orang berinisial WS saat ini masih dalam pencarian dan sudah ditetapkan sebagai DPO,” kata Taufik.

RWS dan ES telah resmi ditahan di Rutan Polda Jambi sejak 18 Juli 2025, sementara penyidik terus memburu WS, yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ketiga tersangka dijerat dengan pasal berlapis sesuai dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, karena diduga terlibat langsung dalam manipulasi anggaran dan pengadaan peralatan praktik di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang bersumber dari DAK Fisik tahun 2022.

Baca Juga :  Kejati Sumut Amankan DPO Terpidana Perambah Hutan, Juara Tamba di Deli Serdang

Taufik juga mengungkapkan bahwa total nilai kerugian negara yang berhasil disita terus bertambah.

Dari sebelumnya Rp6,07 miliar, kini nilai asset recovery telah mencapai Rp8,5 miliar, sebagai bagian dari upaya pengembalian kerugian negara.

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen Polda Jambi dalam pemberantasan korupsi, khususnya di sektor pendidikan yang seharusnya menjadi garda depan pembangunan sumber daya manusia.

You cannot copy content of this page