Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Advertisement Mitsubishi Dipo Medan - Santo Manalu
Advertisement
Advertisement
Health

Warga Perdagangan III yang Diamputasi Berharap Dinas Sosial Kabupaten Simalungun Tanggapi Permohonan Kaki Palsu

984
×

Warga Perdagangan III yang Diamputasi Berharap Dinas Sosial Kabupaten Simalungun Tanggapi Permohonan Kaki Palsu

Sebarkan artikel ini

Simalungun, LIVESUMUT.com – Salah satu warga Perdagangan III, Chairul Saragih, yang baru saja menjalani amputasi, mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya karena belum menerima bantuan dari berbagai program pemerintah, seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai).

Kondisinya sangat memprihatinkan, di mana ia tidak mampu melakukan aktivitas apapun, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut Chairul, ia merasa sangat disayangkan dengan kurangnya perhatian dari pihak Dinas Sosial Kabupaten Simalungun, terutama dalam penanganan permohonan bantuan kaki palsu yang telah disampaikan sejak Januari 2025 kepada Kabid Fakir Miskin Dinas Sosial Simalungun, Octo Sinaga.

Baca Juga :  Pemerintah Bagi-Bagi BSU Mulai 5 Juni 2025, Ini Syarat Mendapatkannya

Sayangnya, hingga saat ini belum ada tanggapan atau bantuan apapun yang diterimanya.

Chairul yang kini tinggal bersama keluarganya, sangat berharap agar Bupati Simalungun, RHS, dapat mendengarkan keluhannya dan menindaklanjuti permohonannya.

“Saya berharap sekali kepada Bapak Bupati Simalungun RHS agar kiranya mendengar dan menindaklanjuti permohonan saya untuk diberikan bantuan kaki palsu,” ujarnya dengan penuh harapan, sembari menahan tangis.

Ia menjelaskan, sebelum mengalami amputasi, dirinya bekerja sebagai kernet tukang bangunan.

Namun, setelah terkena penyakit gula yang menyebabkan kaki harus diamputasi, ia tidak dapat lagi melakukan aktivitas fisik dan harus bergantung sepenuhnya pada bantuan orang lain.

Baca Juga :  Pelanggan IndiHome Kecewa dengan Layanan Internet yang Tidak Aktif, Akan Laporkan ke BPKN RI

“Kerjaan saya sebelumnya kernek tukang bangunan. Namun setelah saya sakit gula yang menyebabkan kaki saya di amputasi, saya tidak bisa lagi melakukan aktivitas apapun, bahkan saya mencoba pakai tongkat berjalan tidak sanggup, makanya saya terjatuh di kamar mandi,” terang Chairul.

Hingga berita ini diterbitkan, baik Bupati Simalungun maupun Kabid Fakir Miskin Dinas Sosial Simalungun belum memberikan keterangan resmi terkait permohonan tersebut.

Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page