Scroll untuk baca artikel
Daerah

Tradisi Mandi Belimau Sambut Ramadhan 1446 H di Batu Bara

470
×

Tradisi Mandi Belimau Sambut Ramadhan 1446 H di Batu Bara

Sebarkan artikel ini

Batu Bara, LIVESUMUT.com – Menyambut bulan suci Ramadhan 1446 Hijriyah, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si, yang diwakili oleh Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, SE, M.AP, mengikuti tradisi mandi belimau yang diselenggarakan oleh Gerakan Masyarakat Melayu Pesisir Nusantara di Pantai Sejarah, Selasa (25/02/2025).

Acara diawali dengan tari persembahan dan atraksi pencak silat Melayu untuk menyambut kedatangan Wakil Bupati Syafrizal, yang turut didampingi oleh Sekda Batu Bara Norma Deli Siregar dan rombongan.

Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan kenduri mogang, yakni makan bersama serta pemberian santunan kepada anak yatim-piatu.

Baca Juga :  Aliansi Pers Humbahas Gelar Buka Puasa Bersama Warga

Selain itu, panitia juga menyalurkan daging sapi kepada masyarakat sekitar Pantai Sejarah sebagai bagian dari tradisi menyambut Ramadhan.

Budayawan Buyung Morna menjelaskan bahwa tradisi mogang berasal dari Aceh, yang dalam bahasa setempat disebut meugang, yaitu penyembelihan hewan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

“Adanya tradisi mogang di Kabupaten Batu Bara sejak tahun 1728 M dan tradisi mandi belimau sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, tradisi ini merupakan budaya yang harus dilestarikan,” ungkap Buyung Morna.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Terbitkan Keppres Nomor 6 Tahun 2025, Ini Biaya Haji 1446 H

Sebagai puncak acara, Wakil Bupati Syafrizal, Sekda Norma Deli Siregar, Ketua TP PKK Batu Bara Ny. Henny Heridawaty Pohan, serta Ketua Bidang 1 TP PKK Ny. Leli menjalani prosesi mandi belimau yang dipimpin oleh Ketua PD Al-Washliyah Ustadz Al Asari dan Ketua MUI Ustadz Hidayat.

Dalam kesempatan itu, Wabup Syafrizal menegaskan bahwa mandi belimau merupakan tradisi tahunan masyarakat Batu Bara dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Wabup Syafrizal juga menambahkan bahwa mandi belimau memiliki filosofi mendalam, yaitu membersihkan diri secara lahir dan batin sebagai bentuk kesiapan dalam menyambut bulan suci Ramadhan serta sebagai ungkapan rasa syukur agar dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan penuh ketawadukan.

Baca Juga :  Sambut Ramadhan, Denpom 1/5 Medan Gelar Aksi Sosial

Tradisi ini menjadi bagian dari warisan budaya Melayu yang terus dilestarikan oleh masyarakat Batu Bara guna menjaga nilai-nilai kearifan lokal.

You cannot copy content of this page