Scroll untuk baca artikel
Nasional

Presiden Prabowo Wacanakan Buat Penjara Koruptor di Pulau Terpencil Dikelilingi Hiu

1002
×

Presiden Prabowo Wacanakan Buat Penjara Koruptor di Pulau Terpencil Dikelilingi Hiu

Sebarkan artikel ini

Jakarta, LIVESUMUT.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas korupsi.

Dalam acara Peluncuran Mekanisme Baru Tunjangan Guru ASN Daerah Langsung ke Rekening Guru, di Kemendikdasmen, Jakarta, pada Kamis (13/3/2025), Prabowo mengungkapkan tekadnya untuk menindak tegas para koruptor yang telah merugikan negara dan rakyat.

Dengan nada berapi-api, Presiden menegaskan bahwa para koruptor akan ditempatkan di penjara khusus di pulau terpencil, dikelilingi oleh laut dan hiu, sehingga tidak ada celah bagi mereka untuk melarikan diri.

Baca Juga :  Presiden Prabowo dan DPR Bahas Selektivitas Penerapan PPN 12 Persen Tahun 2025

“Saya tak akan mundur hadapi koruptor. Bahkan saya siap mati untuk bangsa dan negara. Korupsi membuat guru-guru susah, dokter susah, rakyat susah. Saya siap hadapi maling-maling itu, kita berangus dari bumi Indonesia bila perlu. Kalau keluar dari penjara, langsung dimakan hiu,” tegas Prabowo dengan penuh semangat dalam live streaming youtube KEMDIKDASMEN.

Prabowo juga menyoroti dampak buruk korupsi terhadap dunia pendidikan, terutama kondisi sekolah-sekolah yang masih mengalami keterbatasan fasilitas akibat dana yang disalahgunakan.

Oleh karena itu, ia berkomitmen menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan efisien, sehingga anggaran negara dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat.

Baca Juga :  BEM SI Siapkan Aksi Besar "Indonesia Gelap" Saat Pelantikan 481 Kepala Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga mengapresiasi mekanisme baru pembayaran tunjangan guru ASN daerah yang kini dapat langsung ditransfer ke rekening guru.

Langkah ini diharapkan dapat menghilangkan keterlambatan pembayaran yang sebelumnya terjadi, sekaligus memastikan hak para pendidik terpenuhi tepat waktu.

“Jangan budayakan kalau bisa lama kenapa dipercepat,” ujarnya, menekankan pentingnya efisiensi dalam birokrasi pemerintahan.

Ketua umum Gerindra ini juga menyadari bahwa langkah-langkah reformasi dan pemberantasan korupsi yang ia jalankan tidak selalu mendapat dukungan dari semua pihak.

Baca Juga :  Jelang Kongres, Jokowi & Kaesang Diusulkan Jadi Calon Ketum PSI

Namun, ia meyakini bahwa kebenaran akan berpihak pada mereka yang berjuang untuk kepentingan rakyat.

Pernyataan tegas Prabowo ini pun sontak menarik perhatian publik.

You cannot copy content of this page