Samosir, LIVESUMUT.com – Di balik gemerlapnya Pantai Pasir Putih Parbaba yang kini menjadi salah satu ikon wisata Danau Toba, terselip kisah seorang pelaku wisata lokal yang penuh dedikasi, Mangoloi Sihaloho.
Sosok yang dijuluki Pejuang PAD (Pendapatan Asli Daerah) Pasir Putih Parbaba ini telah mengubah wajah pariwisata Samosir dengan kreativitas, keberanian, dan kerja nyata di lapangan.
Sejak tahun 2012, Mangoloi menjadi pionir wahana permainan air modern di kawasan Danau Toba.
Saat itu ia memperkenalkan banana boat, wahana air pertama di Samosir yang kemudian disusul dengan donut boat, kano, bebek air, hingga ban pelampung untuk anak-anak dan dewasa.
Semua wahana ini ia hadirkan dengan modal pribadi, demi menarik wisatawan berkunjung ke Parbaba.
“Awalnya tempat ini hanyalah tempat mandinya kerbau, dan banyak keramba ikan pora-pora yang tidak beraturan. Sekarang lihatlah ramai dan tertata,” ungkap seorang warga senior Parbaba mengenang kondisi pantai sebelum digarap serius.
Inovasi yang diusung Mangoloi berhasil menarik animo wisatawan dan meningkatkan jumlah kunjungan ke Samosir.
Pemerintah daerah pun kemudian mulai memberlakukan retribusi sebagai sumber PAD.
Kehadiran wahana-wahana tersebut beriringan dengan peresmian kantor pusat pemerintahan Kabupaten Samosir di Desa Siopat Sosor pada tahun 2006 oleh Bupati Mangindar Simbolon, yang menandai dimulainya era baru pariwisata Hutabolon Parbaba.
Kini, Pasir Putih Parbaba menjadi salah satu magnet utama wisata Danau Toba.
Kehadiran ribuan wisatawan setiap pekan membawa berkah ekonomi bagi masyarakat lokal sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah.
Di tengah kesibukan pengunjung, anak Mangoloi, Tomi Sihaloho, juga sigap memastikan keamanan pengunjung dengan terus mengingatkan penggunaan pelampung di wahana air.
Tak heran bila publik menjulukinya sebagai Pejuang PAD dari Pantai Pasir Putih Parbaba.
Di saat pemerintah hanya hadir dalam seremoni peresmian, Mangoloi-lah yang bekerja nyata membangun pariwisata dari bawah.
Kisahnya menjadi pengingat bahwa keberhasilan sektor wisata tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, melainkan juga semangat dan kontribusi masyarakat lokal yang menjaga serta merawat destinasi sejak nol.
Menutup kisahnya, Mangoloi berharap semua pihak tetap menjaga kawasan wisata ini demi keberlanjutan kunjungan wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara.
“Saya memohon kepada semua kalangan, supaya tempat usaha wisata Parbaba Pasir Putih Samosir tetap dijaga demi peningkatan destinasi pengunjung dari berbagai daerah dan manca negara,” pungkasnya.













