Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Kepala Tertutup Plastik, Pelajar SMP di Perdagangan Ditemukan Tewas Sendirian di Rumah

471
×

Kepala Tertutup Plastik, Pelajar SMP di Perdagangan Ditemukan Tewas Sendirian di Rumah

Sebarkan artikel ini

Simalungun, LIVESUMUT.com | Suasana duka menyelimuti warga Lingkungan IV, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun ditemukan tewas secara mengenaskan di kamar tidurnya, Rabu malam (6/8/2025).

Korban ditemukan dalam kondisi kepala tertutup plastik putih, memicu kecemasan dan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Peristiwa memilukan ini langsung direspons cepat oleh jajaran Kepolisian Resor Simalungun.

Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., bahkan turun langsung ke lokasi dan memimpin olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada malam kejadian.

“Kapolres memimpin langsung pengecekan TKP sekitar pukul 20.00 WIB hingga selesai, didampingi jajaran pimpinan dan tim teknis,” ungkap Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, pada (7/8/2025).

Korban berinisial F, seorang siswa SMP kelas IX, tinggal bersama ibu dan kakaknya di rumah tersebut.

Baca Juga :  Seorang Warga Sidamanik Dilaporkan Hilang Sejak Jumat Pagi Pergi Berolahraga, Ini Ciri-cirinya

Namun, sejak Senin (4/8/2025), sang ibu dan kakak tengah bepergian ke Berastagi.

Selama ditinggal, F dalam kondisi sehat dan dititipkan kepada pamannya yang tinggal tidak jauh dari rumah.

Kekhawatiran mulai muncul ketika sang ibu tidak berhasil menghubungi F selama lebih dari 24 jam.

Ia pun meminta pamannya untuk mengecek kondisi rumah.

Saat pintu berhasil dibuka, suasana langsung berubah mencekam.

“Saat pintu dibuka, saksi mencium aroma tak sedap. Setelah dicek ke kamar, ditemukan korban tergeletak di tempat tidur dengan kepala ditutup plastik putih,” lanjut AKP Verry menjelaskan kondisi tragis saat korban ditemukan.

Korban ditemukan dalam posisi telentang di atas kasur, dengan kedua kaki menjuntai ke lantai.

Ia mengenakan kaos putih berlengan biru bertuliskan “Berastagi”.

Baca Juga :  Peringati HUT Satpam ke-44, Polri, BPD ABUJAPI, dan Universitas Dharma Agung Turut Kerja Sama Tingkatkan SDM

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik atau ikatan di tubuh korban, namun keberadaan plastik yang menutupi kepala menimbulkan dugaan motif yang lebih kompleks.

“Informasi bahwa korban diikat itu tidak benar. Namun memang kepala korban ditemukan dalam keadaan tertutup plastik,” tegas AKP Verry membantah isu liar yang beredar di masyarakat.

Saat ini, pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian.

Dugaan awal mengarah pada kemungkinan bunuh diri, namun seluruh bukti masih dalam proses pendalaman dan menunggu hasil autopsi dari RSUD Djasamen Saragih, Pematang Siantar.

“Pintu rumah tertutup rapat dari dalam, dan pintu kamar terkunci dari dalam. Ada dugaan bunuh diri, tapi masih dalam pendalaman penyelidikan,” jelas Kasi Humas.

Kapolres Simalungun juga melibatkan tim gabungan dalam penanganan kasus ini, termasuk Kasat Reskrim AKP Herison Manulang, Kabag Ren AKP Tugono, Kapolsek Perdagangan AKP Ibrahim Sopi, serta Tim Inafis Polres dan Pusinafis Polda Sumut.

Baca Juga :  Detik-Detik Tragis Pelajar SMK Tertabrak Kereta Api Siantar Express

Perangkat kelurahan setempat turut hadir dalam proses pemeriksaan.

Polisi telah mengamankan barang bukti seperti handphone dan laptop milik korban.

Pemeriksaan saksi-saksi, baik dari kerabat maupun teman dekat korban, juga terus dilakukan.

“Penanganan cepat ini merupakan bukti keseriusan Kapolres Simalungun dalam merespons peristiwa yang menimbulkan kegelisahan publik. Kami akan terus bekerja maksimal untuk mengungkap kebenaran di balik kematian korban,” tutup AKP Verry Purba.

Peristiwa ini masih menyisakan banyak tanda tanya. Apakah kematian remaja ini murni bunuh diri, atau ada unsur lain yang belum terungkap? Masyarakat kini menanti transparansi dan hasil penyelidikan mendalam dari pihak kepolisian.

You cannot copy content of this page