Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Dugaan Pembunuhan Balita oleh Ayah Tiri, Warga Curiga Alasan Hanya Rekayasa

540
×

Dugaan Pembunuhan Balita oleh Ayah Tiri, Warga Curiga Alasan Hanya Rekayasa

Sebarkan artikel ini

Tapanuli Selatan, LIVESUMUT.com | Duka mendalam sekaligus amarah membuncah menyelimuti warga Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), setelah kabar memilukan beredar, seorang balita berinisial M.A.G. (3) tewas diduga akibat penganiayaan yang dilakukan ayah tirinya sendiri.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat (05/09/2025) sekitar pukul 10.30 WIB di salah satu dusun Angkola Timur.

Suasana mendadak mencekam ketika warga mendapati tubuh bocah malang itu tak lagi bernyawa.

Pelaku diketahui berinisial S.B.P. (48), seorang petani yang baru seminggu tinggal di sekitar kebun sawit tempat ia bekerja.

Baca Juga :  Gara-gara Rebutan Pembeli, Dua Pedagang Tissue Bentrok di Siantar Utara

Dari pengakuan awalnya kepada warga, pelaku mengaku kehilangan kesabaran karena korban terus menangis tanpa henti, hingga akhirnya melakukan tindakan fatal.

Keterangan yang dihimpun menyebut, insiden bermula ketika ibu korban, S.W. (23), tengah pergi ke rumah tetangga untuk mengisi daya ponsel.

Tak lama kemudian, sang suami datang dari arah belakang sambil menggendong M.A.G. dalam keadaan pingsan.

Kepanikan pun pecah, sang ibu hanya bisa terdiam, sementara warga sekitar bergegas memberikan pertolongan dengan membaringkan bocah itu di sebuah bale-bale.

Saat itu, pelaku beralasan anak tirinya mengalami kejang-kejang.

Baca Juga :  Viral! Ribut di Polres P.Sidimpuan, Mantan Polisi Adu Mulut dengan Kepala SPKT

Namun, meski sudah diupayakan, nyawa balita tersebut tak dapat diselamatkan.

Diketahui, S.W. sebelumnya pernah menikah dan memiliki dua anak dari pernikahan pertama.

Setelah suaminya meninggal, ia menikah kembali dan hidup bersama S.B.P., sosok yang kini justru diduga kuat menjadi pelaku penganiayaan hingga menewaskan anak tirinya.

Tragedi ini sontak mengguncang warga Angkola Timur.

Banyak yang mencurigai keterangan sang ayah tiri hanyalah rekayasa.

Mereka mendesak polisi agar kasus ini diusut tuntas dan pelaku dijerat hukuman setimpal.

“Jangan sampai kasus ini dibiarkan begitu saja. Anak sekecil itu tidak mungkin meninggal mendadak tanpa sebab. Kami menduga ada unsur kesengajaan,” ungkap seorang warga dengan nada geram.

Baca Juga :  Polrestabes Medan Tahan Tiga Tersangka Penculikan dan Pembunuhan Andreas Sianipar

Aparat kepolisian segera bertindak mengamankan S.B.P. untuk penyelidikan lebih lanjut.

Hingga kini, kasus dugaan pembunuhan balita ini masih dalam proses pendalaman dan pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian.

Peristiwa memilukan ini menjadi pengingat betapa rentannya anak-anak terhadap kekerasan dalam rumah tangga.

Warga berharap keadilan benar-benar ditegakkan agar tragedi serupa tak terulang lagi di Tapanuli Selatan.

You cannot copy content of this page