Indramayu, LIVESUMUT.com | Warga Jalan Siliwangi, Paoman, Indramayu, Jawa Barat diguncang oleh tragedi mengerikan pada Senin malam (1/9/2025). (Foto: Kasubsi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, konferensi pers).
Lima jasad satu keluarga ditemukan terkubur di halaman rumah mereka sendiri, tepat di bawah pohon nangka.
Penemuan itu sontak menggemparkan warga sekitar dan menyita perhatian publik nasional.
Kelima korban yang tewas dalam kondisi mengenaskan adalah:
- Haji Sahroni (70), pensiunan bank sekaligus pengusaha walet.
- Budi (45), anak Sahroni.
- Euis (40), menantu Sahroni.
- I (7), cucu Sahroni.
- B (7 bulan), cucu Sahroni.
Mereka ditemukan setelah warga mencium bau busuk dan melihat adanya gundukan tanah mencurigakan di halaman belakang rumah.
Menurut keterangan tetangga, keluarga tersebut dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Kecurigaan mulai muncul ketika Euis sulit dihubungi sejak Kamis (28/8/2025).
Beberapa anggota keluarga dan warga kemudian mendobrak pintu rumah.
Begitu masuk, tercium bau busuk menyengat.
Di halaman belakang, terlihat tanah yang baru saja digali.
Saat diperiksa, warga mendapati jasad para korban dalam kondisi mengerikan.
Beberapa jenazah menunjukkan tanda-tanda kekerasan.
Budi ditemukan dengan tangan dan kaki terikat, sementara bayi berusia 7 bulan diduga dibekap hingga tewas.
Di dalam rumah, polisi juga menemukan bercak darah di kasur yang diduga sengaja dibalik untuk menghilangkan jejak.
Hal yang semakin menambah kejanggalan, ponsel para korban yang sebelumnya tidak aktif tiba-tiba menyala kembali pada Senin malam, namun perangkat tersebut tidak ditemukan di lokasi.
Polisi menduga ponsel itu dibawa kabur oleh pelaku.
Kasubsi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, membenarkan penemuan lima mayat tersebut.
“Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif dan pelaku pembunuhan,” kata Tarno.
Hingga kini, aparat kepolisian bersama tim forensik terus bekerja menelusuri bukti-bukti di TKP.
Dugaan sementara, pembunuhan dilakukan secara terencana dan melibatkan pihak yang mengenal korban.
Tragedi ini meninggalkan trauma mendalam bagi warga Paoman.
Keluarga Sahroni dikenal sebagai orang baik meski tertutup dalam kehidupan sosial.
Namun, tidak ada yang menduga rumah tersebut menjadi lokasi tragedi yang menewaskan seluruh anggota keluarga.
“Masih tidak percaya, mereka selama ini baik-baik saja, meski jarang bergaul,” kata salah seorang tetangga dengan suara bergetar.
Kasus ini tidak hanya menimbulkan duka mendalam, tetapi juga meninggalkan banyak tanda tanya.
Siapa pelaku di balik pembantaian ini?
Apa motif di balik pembunuhan satu keluarga ini?
Dan bagaimana ponsel korban bisa kembali aktif setelah kematian mereka?
Hingga kini, warga dan publik menanti jawaban dari pihak kepolisian.
Tragedi ini menjadi salah satu kasus kriminal paling mengejutkan di Indramayu dalam beberapa tahun terakhir.













