Taput, LIVESUMUT.com – Penanganan darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Utara terus dikebut oleh pemerintah daerah bersama unsur terkait. Berdasarkan Laporan Pendampingan Penanganan Darurat Bencana (PDB) Posko Tanggap Bencana Kabupaten Tapanuli Utara, Senin (15/12/2025) pukul 19.00 WIB.
Dampak bencana ini tergolong besar. Tercatat sebanyak 36 orang meninggal dunia, dua orang masih dinyatakan hilang, tiga orang mengalami luka-luka, serta 13 orang yang sebelumnya hilang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Jumlah warga terdampak mencapai sekitar 14.033 jiwa, dengan sekitar 1.138 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi pengungsian terpusat.
Dari sisi kerusakan infrastruktur, data sementara menunjukkan 770 unit rumah terdampak, dengan rincian 129 rusak berat, 109 rusak sedang, 486 rusak ringan, dan 46 unit mengalami kerusakan total. Selain itu, bencana juga merusak 16 sekolah, 18 jembatan, serta 58 titik ruas jalan yang terdiri dari satu ruas jalan nasional, 53 ruas jalan kabupaten, dan empat ruas jalan provinsi.
Wilayah paling parah terdampak berada di Kecamatan Adiankoting dan Parmonangan. Seluruh desa di Kecamatan Adiankoting kini sudah dapat ditembus, meskipun sebagian akses jalan masih terbatas dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Sementara itu, di Kecamatan Parmonangan masih terdapat sejumlah desa yang belum dapat diakses kendaraan, yakni Desa Manalu Purba, Batuarimo, Purba Dolok, Hutajulu Parbalik, Hutatua, Desa Pertengahan Dusun Simarsalaon, serta di Kecamatan Sipoholon Desa Rura Julu Toruan.
Untuk menjangkau wilayah-wilayah terisolasi tersebut, tim gabungan melakukan distribusi logistik dengan berjalan kaki dan melalui udara. Bantuan logistik didropping menggunakan helikopter guna memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. Di perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara dengan Tapanuli Tengah, tepatnya di Desa Rampa, akses jalan masih terputus dan saat ini ditangani dengan pengerahan 13 unit alat berat. Progres penanganan terus dimonitor langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Layanan dasar masyarakat juga berangsur pulih. Pasokan listrik dan jaringan komunikasi mulai kembali normal. BNPB turut memberikan dukungan enam unit perangkat Starlink, dengan lima unit di antaranya sudah aktif untuk memperkuat komunikasi di lokasi bencana. Sementara itu, kebutuhan air bersih disuplai melalui hidran umum serta tangki air dari PDAM.
Pengungsian terpusat saat ini berada di HKBP Lobupining, HKBP Sibalanga, dan HKI Parsingkaman Tarutung. Di lokasi-lokasi tersebut telah disiapkan dapur umum dan fasilitas MCK untuk menunjang kebutuhan para pengungsi. Pemerintah daerah memastikan pelayanan dasar bagi pengungsi tetap berjalan optimal.
Pada hari yang sama, berbagai kegiatan penanganan terus dilakukan, mulai dari koordinasi pemetaan akses jalan bersama BRIN, peninjauan langsung ke lapangan oleh Bupati Tapanuli Utara, rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), hingga sosialisasi rencana hunian sementara (huntara) bersama BNPB.
Progres penanganan di wilayah Parmonangan, Tarutung, dan Pahae Jae, terus disilaksanakan, serta persiapan hunian sementara bagi warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Tapanuli Utara, Bonggas Pasaribu, S.Pt, menegaskan bahwa seluruh unsur terkait berkomitmen mempercepat penanganan darurat serta pemulihan pascabencana.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami terus berupaya membuka akses, menyalurkan bantuan, dan menyiapkan hunian sementara agar masyarakat bisa segera bangkit,” ujarnya.












