Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Nahkoda KMP Kaldera Toba Ditemukan Tewas di Pelabuhan Mulia Raja Balige

330
×

Nahkoda KMP Kaldera Toba Ditemukan Tewas di Pelabuhan Mulia Raja Balige

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto: Nahkoda kapal ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di area Gudang Wings Ramdor, tepat di depan KMP Kaldera Toba pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Balige, LIVESUMUT.com – Suasana Pelabuhan Mulia Raja, Kelurahan Napitupulu Bagasan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, mendadak gempar, Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Seorang nahkoda kapal ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di area Gudang Wings Ramdor, tepat di depan KMP Kaldera Toba.

Korban diketahui bernama Tunggul Simanjuntak (52), warga Perumahan Duta Asri Palem I Blok C/18 RT/RW 001/007, Kelurahan Lerbak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Korban diduga meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri.

Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, S.I.K., melalui Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan, S.H.

AKP Libertius Siahaan menjelaskan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh dua Anak Buah Kapal (ABK) KMP Kaldera Toba, yakni Pradipta Marbun (23) dan Joni Andre Manullang (21), yang hendak mengambil helm milik Pradipta di ruangan Gudang Wings Ramdor depan KMP Kaldera Toba.

Baca Juga :  Kapolsek Habinsaran dan Muspika Gerak Cepat Pulihkan Akses Jalan Akibat Longsor

“Setelah memasuki ruangan tersebut, Pradipta Marbun melihat korban yang merupakan nahkoda kapal telah tergantung dengan menggunakan sehelai selimut kecil berwarna biru kehijauan di sebatang pipa besi yang melekat pada dinding gudang Wings Ramdor depan. Di mana sebelumnya pintu ruangan Gudang Wings Ramdor depan dalam keadaan tertutup,” ujar Libertius.

Melihat kejadian itu, Pradipta Marbun langsung terkejut dan memberitahukan peristiwa tersebut kepada sejumlah awak kapal KMP Kaldera Toba yang berada di sekitar lokasi.

Polisi Lakukan Olah TKP dan Evakuasi Jenazah

Mendapat laporan tersebut, pihak Kepolisian Sektor Balige bersama personel Unit Identifikasi Satreskrim Polres Toba segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Selanjutnya jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Porsea untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Libertius.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Jalinsum Toba, Pengemudi Becak Motor Tewas di Tempat

AKP Libertius Siahaan juga mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan rekan-rekan korban di KMP Kaldera Toba, korban sebelumnya memiliki riwayat penyakit jantung dan telah menjalani pengobatan serta operasi pemasangan ring pada jantung.

“Diduga modus korban bunuh diri dikarenakan frustasi akibat penyakit yang dialaminya, di mana sebelumnya korban menceritakan bahwa korban telah disarankan oleh dokter untuk dilaksanakan by pas pada bagian jantung korban,” tutur Libertius.

Menurut keterangan rekan-rekan korban, pada Jumat (20/2/2026) tidak ada yang melihat keberadaan korban sejak pagi hari. Beberapa awak kapal sempat mencari korban, namun tidak ditemukan. Pintu kamar korban diketahui dalam keadaan tidak terkunci, dan telepon genggam milik korban berada di atas meja di dalam kamar.

“Sepengetahuan rekan-rekan korban yang bekerja di KMP Kaldera Toba, korban tidak ada permasalahan pada pekerjaan korban sebagai nahkoda kapal dan juga terhadap rekan-rekan korban,” tambahnya.

Baca Juga :  Viral Cekcok di SPBU Kota Galuh, Pihak SPBU: “Bukan Mafia Gas, Hanya Kesalahpahaman"

Barang Bukti Diamankan

Meski diduga bunuh diri, pihak kepolisian menegaskan penyebab pasti kematian korban masih dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan luar terhadap jenazah tetap dilakukan di Rumah Sakit Porsea.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian dan kamar korban, antara lain:

  • Sehelai selimut kecil berwarna biru kehijauan (dari TKP),
  • Sepasang sandal jepit berwarna hitam (dari TKP),
  • KTP (dari kamar korban),
  • Berbagai macam obat-obatan (dari kamar korban).

Selain itu, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kru kapal sebagai saksi, memeriksa kamar nahkoda, serta melakukan pengecekan CCTV yang berada di KMP Kaldera Toba.

“Humas Polres Toba menyatakan penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara pasti penyebab kematian korban,” tutup AKP Libertius Siahaan.

You cannot copy content of this page