Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Promo Mitsubishi Medan - Hubungi Santo Manalu
Peristiwa

Tragis, Seorang Pria di Balige Diduga Bunuh Diri dan Tinggalkan Pesan Terakhir

436
×

Tragis, Seorang Pria di Balige Diduga Bunuh Diri dan Tinggalkan Pesan Terakhir

Sebarkan artikel ini
Ket. Foto: Ilustrasi pria gantung diri.

TOBA, LIVESUMUT.com – Keheningan sore di kawasan Jalan Wisata Silalahi, Puncak Sibodiala, mendadak pecah oleh temuan memilukan. Seorang pemuda berinisial JR (23) ditemukan tak bernyawa, tergantung di dahan pohon diduga bunuh diri di lereng bukit Desa Silalahi Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, pada Jumat sore (13/3/2026).

​Tragedi ini pertama kali terungkap sekitar pukul 16.30 WIB oleh seorang warga bernama Roccy Silalahi (25). Saat itu, Roccy hendak menuju kebunnya yang berada sekitar enam meter dari badan jalan. Alangkah terkejutnya ia ketika melihat sesosok tubuh kaku dengan leher terjerat tali tambang kuning di sebuah pohon.

Klik gambar untuk melihat produk dan belanja di Shopee 👇!

​Mendapat laporan dari Kepala Desa setempat, Personil Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Toba bersama Polsek Balige segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

​Kapolres Toba, AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Erikson David Hutauruk, SH, MH, yang disampaikan oleh Sie Humas Polres Toba, Bripda Fransiskus Situngkir, mengonfirmasi kejadian tersebut.

​”Korban menggantung dengan mengenakan baju warna hitam, jacket warna hitam, celana pendek warna hitam, dan sepatu warna hitam putih,” terang Fransiskus saat dikonfirmasi, Sabtu (14/3/2026).

​Di lokasi kejadian, polisi menemukan sebuah kotak sepatu berwarna coklat yang dibungkus plastik, terletak sekitar 165 cm dari posisi korban. Di atas kotak tersebut, terdapat tulisan tangan yang menyayat hati: “MOHON JANGAN DIGANTI BAJU SAYA”.

Baca Juga :  Ditinggal Kerja dan Jemput Cucu, Rumah di Gunung Malela Hangus Dilalap Api

​Di dalam kotak tersebut, petugas menemukan sepasang sandal jepit hitam dan sebuah kotak hitam berisi ikat pinggang. Sementara di saku celana korban, ditemukan uang tunai senilai Rp45.000, korek api, gantungan kunci motor, dan sebatang rokok.

​Dugaan kuat mengarah pada motif asmara. Berdasarkan keterangan kepolisian, JR baru saja mengakhiri hubungan dengan kekasihnya, EYS (21), pada Minggu (8/3/2026) setelah menjalin cinta selama 1,5 tahun.

​Kepada polisi, EYS menunjukkan sebuah foto pesan tulisan tangan yang dikirimkan oleh keponakan korban melalui WhatsApp. Pesan berbahasa Batak tersebut berisi curahan hati terakhir JR kepada ibunya (Oma):

​”PESAN TERAKHIRKU OMAEEE

Baca Juga :  Tiga Ruang Kelas SMPN 4 Balige Terbakar, Damkar Turunkan 4 Unit Mobil

​MAAF ON MA AU OMA ANAK MON NASO MAMBOTO DIADIA.

​PARROHA SEREP JALA TULUS DO AU

​ALE HANCIT HIAN HUTAON PAPOS MA ROHAM OMA PENGHIANATAN NA SO BOI HUTAON

JOSUA”

​Bripda Fransiskus menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan medis di RS HKBP Balige, tidak ditemukan adanya unsur kekerasan pada tubuh korban.

​“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga kuat masalah asmara,” tegas Fransiskus.

​Jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Tragedi ini menjadi pengingat pilu tentang betapa dalamnya luka yang bisa ditinggalkan oleh sebuah kehilangan.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page