Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Promo Mitsubishi Medan - Hubungi Santo Manalu
Daerah

Wabup Taput Pimpin Tabur Bunga dan Pemberian Bantuan, Tegaskan Komitmen Pemulihan Parmonangan

152
×

Wabup Taput Pimpin Tabur Bunga dan Pemberian Bantuan, Tegaskan Komitmen Pemulihan Parmonangan

Sebarkan artikel ini

Taput, LIVESUMUT.com – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara kembali menunjukkan kepedulian mendalam terhadap warganya yang terdampak musibah dengan menggelar prosesi tabur bunga di Dusun Sitonggitonggi dan Dusun Simarsalaon, Desa Pertengahan, Kecamatan Parmonangan, Selasa (9/12/2025).

Upacara ini menjadi simbol duka cita dan penghormatan bagi tujuh korban jiwa serta satu anak berusia 1,5 tahun, putra Bungkirno Manalu, yang hingga kini masih dalam pencarian.

Klik gambar untuk melihat produk dan belanja di Shopee 👇!

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, ST., M.Eng., memimpin langsung kegiatan tersebut. Turut hadir Plt. Kadis PMD Satya Dharma Nababan, Kadis Pendidikan Bontor Hutasoit, Kadis Perkim Budiman Gultom, Kadis Ketenagakerjaan Josua Hutabarat, unsur Forkopimca Parmonangan, rohaniwan, keluarga korban, dan masyarakat. Keterlibatan berbagai unsur ini menegaskan komitmen Pemkab Taput dalam memberikan pendampingan menyeluruh kepada warga.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati menyampaikan pesan Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam. Kami berdiri bersama keluarga korban dan masyarakat Parmonangan dalam masa yang berat ini. Pemerintah akan terus bekerja maksimal untuk membuka akses dan memastikan seluruh kebutuhan mendesak masyarakat terpenuhi,” demikian kutipan Bupati yang disampaikan oleh Wakil Bupati.

Baca Juga :  Pemkab Taput Salurkan Bantuan Buku ke TK Pembina HKBP Tarutung

Selain prosesi tabur bunga, Pemkab Taput juga menyerahkan bantuan penghiburan kepada keluarga korban serta paket sembako bagi warga sekitar lokasi bencana. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para keluarga dan masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.

Untuk mencapai titik bencana, rombongan pemerintah harus menempuh perjalanan kaki sejauh 6–7 kilometer atau sekitar 14 kilometer pulang-pergi dari kawasan Sidondamon. Akses menuju lokasi masih sangat menantang karena tertutup material longsor.

Hingga kini, tiga unit alat berat terus dikerahkan untuk membuka jalur, memecah batu besar, dan mempercepat proses evakuasi. Pemkab Taput memastikan seluruh upaya penanganan, termasuk pencarian korban yang belum ditemukan, akan dilanjutkan tanpa henti hingga keadaan benar-benar kembali pulih.

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page