Scroll untuk baca artikel
Daerah

Pemkab Taput Gelontorkan Rp38 Miliar untuk JKN Tahun 2026

48
×

Pemkab Taput Gelontorkan Rp38 Miliar untuk JKN Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

Taput, LIVESUMUT.com –  Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara di bawah kepemimpinan Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat terus membuahkan hasil. Capaian Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Tapanuli Utara kini mencapai 99,27 persen pada Mei 2026, meningkat signifikan dibandingkan Juni 2024 yang masih berada di angka 90,21 persen.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara, jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dibiayai pemerintah daerah melonjak hampir dua kali lipat, dari 53.032 peserta pada Juni 2024 menjadi 102.973 peserta pada Mei 2026.

Peningkatan tersebut menjadi indikator keberhasilan berbagai program dan kebijakan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam memperluas perlindungan kesehatan masyarakat. Upaya tersebut antara lain melalui optimalisasi pelayanan kesehatan hingga tingkat dusun, pengoperasian puskesmas selama 24 jam, serta peningkatan kualitas pelayanan di Rumah Sakit Tarutung, baik dari sisi tenaga medis, sarana-prasarana, maupun pelayanan prima kepada masyarakat.

Baca Juga :  Pemkab Palas dan Madina Sepakat Buka Jalan Penghubung, Waktu Tempuh Terpangkas 3 Jam

Perjalanan menuju cakupan kesehatan semesta juga menunjukkan tren yang terus membaik. Pada Desember 2024, capaian UHC meningkat menjadi 97,77 persen dengan jumlah peserta JKN mencapai 75.694 orang. Meski sempat mengalami penurunan tipis pada Mei 2025 menjadi 96,49 persen, capaian tersebut kembali meningkat menjadi 98,84 persen pada Desember 2025, kemudian 99,07 persen pada Januari 2026, hingga akhirnya mencapai 99,27 persen pada Mei 2026.

Dengan capaian tersebut, Kabupaten Tapanuli Utara semakin dekat dengan target 100 persen UHC, yang berarti seluruh masyarakat berkesempatan memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal tanpa terkendala akses pembiayaan.

Baca Juga :  Razia Lalu Lintas di Medan: Banyak Pelanggar, Ada yang Nekat Kabur!

Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan anggaran yang terus diperkuat oleh pemerintah daerah. Alokasi dana untuk pembayaran premi dan bantuan iuran JKN menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,17 miliar. Tahun 2024 tercatat Rp16,23 miliar, kemudian melonjak menjadi Rp32,80 miliar pada tahun 2025.

Komitmen tersebut kembali dipertegas pada tahun 2026 melalui alokasi anggaran sebesar Rp38,06 miliar, angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan anggaran ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjadikan sektor kesehatan sebagai investasi strategis untuk pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Baca Juga :  Jaring Pemimpin Berkualitas, Tapanuli Utara Laksanakan Seleksi JPT Pratama di Medan

Bupati JTP Hutabarat menempatkan perlindungan kesehatan masyarakat sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Dukungan anggaran yang terus meningkat menjadi bukti nyata upaya pemerintah memastikan masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu, tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak, merata, dan berkelanjutan.

Dengan semakin tingginya kepesertaan JKN dan capaian UHC yang hampir sempurna, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara optimistis dapat mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. Sebab, kesehatan bukan hanya kebutuhan dasar, melainkan investasi terbaik untuk masa depan daerah dan generasi mendatang.

You cannot copy content of this page