Toba, LIVESUMUT.com | Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Toba pada Rabu (10/9/2025) sore menjadi momentum penting bagi jalannya pembangunan di daerah.
Eksekutif dan legislatif resmi mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2025 menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Pengesahan ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan oleh Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, bersama pimpinan DPRD Kabupaten Toba di gedung DPRD.
Seluruh fraksi dan anggota dewan menyatakan setuju terhadap perubahan anggaran tersebut.
Dalam P-APBD 2025 tercatat adanya penambahan anggaran sebesar Rp 20.479.915.200,00.
Dalam sambutannya, Bupati Effendi Sintong menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara eksekutif dan legislatif.
“Terima kasih kepada segenap Pimpinan dan Anggota Dewan yang telah memberikan dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten Toba, sehingga seluruh rangkaian rapat paripurna dapat terlaksana dengan baik sejak penyampaian Nota Pengantar pada 2 September 2025 hingga proses jawaban dan pembahasan bersama fraksi,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan bahwa kebijakan anggaran akan diprioritaskan untuk hal-hal yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.
“Kebijakan anggaran lebih diprioritaskan dalam rangka mewujudkan peningkatan dan pemerataan infrastruktur, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan sektor pertanian dan pariwisata, serta pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Tentunya dengan dukungan dari segenap pimpinan dan anggota dewan yang terhormat dan seluruh elemen masyarakat Toba,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan,“Kami sangat menghargai ketulusan dari segenap pimpinan dan anggota dewan yang terhormat yang mengutamakan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadi dan golongan, sehingga seluruh rangkaian proses pembahasan Ranperda tentang P-APBD Tahun Anggaran 2025 berjalan dengan baik.”
Dengan tambahan anggaran Rp 20,4 miliar, Pemkab Toba berharap pembangunan yang lebih merata dapat segera dirasakan masyarakat, terutama di sektor infrastruktur, pendidikan, pertanian, pariwisata, hingga pemberdayaan ekonomi rakyat.












