Medan, LIVESUMUT.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan dirinya bersedia memaafkan para koruptor yang telah mencuri uang negara, dengan syarat uang yang dicuri tersebut dikembalikan kepada negara.
Dikutip dari CNN, “Saya dalam rangka memberi apa istilahnya tuh memberi voor, apa voor, apa itu, memberi kesempatan, memberi kesempatan untuk taubat,” kata Prabowo di Kairo, Mesir, Rabu (18/12) waktu setempat.
Dia melanjutkan, “Hai, para koruptor atau yang merasa pernah mencuri dari rakyat, kalau kau kembalikan yang kau curi, ya mungkin kita maafkan, tapi kembalikan dong.”
Pernyataan Presiden Prabowo ini pun menjadi sorotan publik, terutama setelah berbagai media membagikan berita tersebut di media sosial.
Respons netizen beragam, banyak di antaranya menunjukkan ketidaksetujuan.
“Ide yang tdk masuk akal. Maling ya tetap maling. Rampok ya tetap rampok. Negeri ini salah urus!” tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Netizen lain menanggapi dengan nada sinis, “Jadi makin bersemangat korupnya, yak.”
Sementara itu, komentar lain menyebutkan, “Ayo korupsi rame-rame. Kalau ketahuan, kembalikan. Kalau kagak, gas terus!”
Di tengah perdebatan ini, beberapa pihak mempertanyakan efektivitas pendekatan yang diusulkan Presiden Prabowo.
Kebijakan ini dinilai bisa memberikan ruang bagi pelaku korupsi untuk berbuat lebih berani, meskipun juga bisa menjadi jalan untuk memulihkan kerugian negara dalam kasus tertentu.
Hingga kini, pemerintah belum memberikan rincian lebih lanjut tentang skema kebijakan ini, sementara diskusi di tengah masyarakat terus bergulir.













