Tapanuli Utara, LIVESUMUT.com – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung kembali menuai keluhan dari masyarakat. Marihot Gultom, warga Desa Batu Manumpak, Kecamatan Pangaribuan, Tapanuli Utara.
Marihot kecewa setelah tidak mendapatkan pelayanan medis saat membawa ibu sepupunya berobat pada Jumat pagi, (27/12/2024) pukul 10.00 WIB.
Menurut Marihot, saat tiba di rumah sakit, pendaftaran pasien sudah ditutup.
Keterangan dari seorang satpam kepada Marihot menyebutkan bahwa kondisi tersebut telah berlangsung beberapa hari.
Ketika ditanya keberadaan dokter, satpam menjawab bahwa sejumlah dokter sedang berada di Kantor Bupati.
Karena tidak mendapatkan pelayanan, Marihot akhirnya membawa pulang pasien ke Pangaribuan.
“Untung sakit ibu itu tidak kritis. Kalau kondisinya darurat, ini bisa membahayakan nyawa pasien. Ini sangat mengecewakan,” ujar Marihot.
Ia juga menyoroti sumpah Hippocrates yang menjadi landasan profesi kedokteran, yang seharusnya mengutamakan keselamatan dan kesehatan pasien di atas segalanya.
Klarifikasi Pihak RSUD
Direktur RSUD Tarutung, dr. Janri Nababan, memohon maaf dan memberikan penjelasan terkait keluhan ini.
Ia mengakui adanya masalah dalam pelayanan rumah sakit yang disebabkan oleh terbatasnya pelayanan di beberapa poli pada hari Jumat saja.
Menurutnya, hal ini dipicu oleh keterlambatan pembayaran insentif dokter akibat proses administrasi di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) yang belum selesai sebelumnya.
Namun, dr. Janri menambahkan bahwa pada hari Jumat kemarin, insentif telah selesai dibayarkan.
“Saya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Proses administrasi sudah selesai dan kami berjanji akan terus memperbaiki pelayanan di RSUD Tarutung agar kejadian serupa tidak terulang,” ucap dr. Janri kepada LIVESUMUT.com.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan pelayanan di RSUD Tarutung dapat kembali berjalan dengan lebih baik, serta memastikan bahwa hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai tetap terjaga.













