Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Diduga Putus Cinta, Pemuda di Toba Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

523
×

Diduga Putus Cinta, Pemuda di Toba Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Sebarkan artikel ini

Toba, LIVESUMUT.com | Warga Desa Tambunan Lumban Pea Timur, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, digemparkan oleh penemuan seorang pemuda berinisial RLS (29) yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kamar tidurnya di lantai dua sebuah bengkel.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (9/8/2025) sekitar pukul 18.00 WIB.

Kapolsek Balige, AKP Libertius Siahaan, membenarkan kejadian tersebut.

“Motif korban membunuh diri dugaannya karena diputusin pacarnya,” kata Libertius saat dikonfirmasi, Minggu (10/8).

Menurut Libertius, peristiwa itu bermula pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

Saksi NS (17), siswa PKL di bengkel tersebut, meminta kunci gerbang kepada korban yang berada di kamarnya.

Baca Juga :  Defile Spektakuler Warnai Puncak HUT Toba ke-27, Potensi Daerah Jadi Sorotan

Kamar itu terletak di lantai dua bengkel.

Menjelang sore, sekitar pukul 18.00 WIB, NS bersama rekannya LM (17) hendak pulang kampung.

Mereka mengetuk pintu kamar korban untuk berpamitan, namun tidak ada jawaban.

Pintu kamar terkunci dari dalam. Kedua saksi kemudian melapor kepada RT (26), mekanik bengkel.

RT mencoba mengetuk pintu, tetapi tetap tidak ada respons.

Ia lalu memanjat atap bengkel dan mengintip melalui jendela kamar.

Dari sana, ia melihat korban dalam posisi tergantung menghadap pintu.

Baca Juga :  Perempuan di Toba Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kos

Segera, RT turun dan memberitahu pemilik bengkel. Bersama saksi LS, RT, dan GS, mereka membongkar pintu kamar secara paksa.

Setelah pintu terbuka, tubuh korban jatuh telentang ke lantai, dengan leher terlilit selendang syhal merah hitam.

GS melepaskan ikatan tersebut, namun korban sudah tidak bernyawa.

Kejadian itu dilaporkan ke pihak kepolisian sekitar pukul 19.00 WIB.

Polisi yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban ke RSUD Porsea untuk pemeriksaan medis.

Berdasarkan keterangan pemilik bengkel dan rekan-rekannya, korban dikenal pendiam dan tertutup.

Baca Juga :  Wah! Investor Jepang Intip Peluang di Toba, Banyak Sektor Dibidik

“Tidak ditemukan di sekitar lokasi Tempat Kejadian benda-benda yang dapat digunakan untuk tindakan kekerasan terhadap korban,” ujar Libertius.

Pihak keluarga menerima kematian korban dan menolak dilakukan autopsi.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya selendang syhal merah hitam, tali pinggang, baju kaos hitam, sandal putih, bungkus rokok, asbak berisi puntung rokok, headset, dompet hitam, sejumlah uang tunai, dan beberapa barang pribadi lainnya.

You cannot copy content of this page