Padangsidimpuan, LIVESUMUT.com | Aksi teror kembali menyasar insan pers. Rumah orangtua wartawan Media online di Kota Padangsidimpuan, Mahmud, menjadi korban pembakaran oleh orang tak dikenal (OTK), Jumat malam (15/8/2025).
Insiden terjadi sekitar pukul 19.56 WIB, ketika ibu dan kakak Mahmud sedang berada di dapur menyiapkan masakan untuk keperluan jualan keesokan harinya.
Peristiwa bermula saat kakak Mahmud hendak memberi makan anaknya di ruang tamu.
Dari arah jendela depan, ia melihat cahaya api membesar.
Saat pintu dibuka, kobaran api sudah menyambar tangga menuju kamar atas.
Seketika, teriakan panik memanggil sang ibu terdengar.
Keduanya berjibaku memadamkan api agar tidak merembet lebih luas.
Setelah api berhasil dikendalikan, barulah ibunya menghubungi Mahmud yang saat itu masih berada di Sipirok sepulang kerja.
“Syukurnya api cepat dipadamkan, kalau tidak mungkin rumah sudah habis. Alhamdulillah orangtua saya selamat, walau sempat lemas dan syok melihat kejadian itu,” kata Mahmud, Sabtu (16/8/2025).
Mahmud mengungkapkan, keluarganya sudah beberapa kali mendapat intimidasi sebelum insiden ini terjadi.
“Benar, sebelumnya saya dan keluarga sudah pernah mendapat ancaman. Pertama, waktu itu Kelurahan Wek III bersama tokoh adat dan tokoh agama menjatuhkan hukuman sosial kepada kami sekeluarga, saat saya masih tinggal di rumah orangtua.
Hukuman itu berupa sanksi siria on dan siluluton, mereka tidak mau mengurus kami. Namun saat itu sudah dimediasi oleh Kapolres AKBP Dwi Prasetyo Wibowo,” ungkapnya.
Bentuk ancaman lainnya, kata Mahmud, dialaminya saat mengungkap kasus keuangan di Polres Padangsidimpuan.
“Salah satu keluarga dari Kasi Keuangan Polres PSP mendatangi saya dan mengancam akan membunuh saya kalau tidak menghapus berita itu. Saya sempat mau bikin laporan, tapi ketika berada di SPKT saya ketemu anggota Tekab Polres PSP yang kenal saya. Saya cerita dan minta tolong agar masalah itu diredam supaya tidak berlanjut ke LP,” bebernya.
Atas peristiwa ini, Mahmud berharap Kapolres Padangsidimpuan segera mengusut tuntas kasus pembakaran rumah orangtuanya.
Ia menilai, kejadian tersebut bisa saja berkaitan dengan profesinya sebagai wartawan.
“Harapan saya, Kapolres PSP bisa segera menangkap pelaku agar tidak ada lagi kejadian serupa, seperti yang dialami almarhum Rico Sempurna Pasaribu di Karo dulu. Jangan sampai terulang lagi peristiwa rumah wartawan dibakar,” tegasnya.













