Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Pria di Parsoburan Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jengkol

577
×

Pria di Parsoburan Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jengkol

Sebarkan artikel ini

Habinsaran (Toba), LIVESUMUT.com – APP (50), warga RT III Kelurahan Parsoburan Tengah, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba, ditemukan tewas tergantung di pohon jengkol di kebunnya, Senin (6/1/2025) sekitar pukul 16.30 WIB, (foto : ilustrasi).

Korban diduga gantung diri menggunakan tali plastik berwarna kuning sepanjang sekitar 135 cm.

Korban pertama kali ditemukan oleh saudaranya, Tigor Pardosi (29).

“Saat melintas di kebun kopi, saya bersama warga melihat korban tergantung di sebuah pohon jengkol. Lalu kami melaporkannya ke warga sekitar Kelurahan Parsoburan Tengah,” jelas Tigor.

Baca Juga :  Tragis, Nelayan Asal Teluk Mengkudu Ditemukan Meninggal di Perairan Pulau Pandang

Mendapat laporan, Sabam Pardosi (54), saudara korban lainnya, segera menghubungi Kepala Lingkungan dan melaporkan kejadian tersebut kepada Ps. Kanit Reskrim Polsek Habinsaran, Aiptu Sudarwanto.

Kapolsek Habinsaran AKP Eko Ady Ranto, SH, MH, membenarkan kejadian tersebut.

“Setelah mendapatkan informasi, Ps Kanit Reskrim bersama Bhabinkamtibmas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi,” ujar Kapolsek.

Petugas bersama warga kemudian membantu menurunkan jasad korban atas permintaan keluarga yang ingin segera membawa jenazah ke rumah duka.

Kapolsek menyebutkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga meninggal akibat bunuh diri.

Baca Juga :  Warga Balige Geger! Pria Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Kontrakan

“Hasil penyelidikan sementara disimpulkan ini kasus bunuh diri. Tak ada tanda penganiayaan. Mungkin depresi,” tambahnya.

Diketahui, korban baru saja kembali ke kampung halamannya di Parsoburan Tengah enam bulan lalu setelah pindah dari Surabaya.

Korban juga memiliki riwayat penyakit dalam dan gangguan pendengaran.

Pihak kepolisian menyarankan agar dilakukan otopsi, tetapi keluarga korban menolak dan bersedia membuat surat pernyataan penolakan otopsi.

“Keluarga korban keberatan untuk dilakukan otopsi dan tidak keberatan atas kematian korban,” tutup Kapolsek.

You cannot copy content of this page