Scroll untuk baca artikel
Advertisement
Advertisement
Promo Mitsubishi Medan - Hubungi Santo Manalu
Nasional

Menteri PPN/Kepala Bappenas Tegaskan Makan Bergizi Gratis Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja

390
×

Menteri PPN/Kepala Bappenas Tegaskan Makan Bergizi Gratis Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini
Foto: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dalam acara Prasasti Economic Forum di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Jakarta, LIVESUMUT.com — Menteri PPN (Perencanaan Pembangunan Nasional)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan yang lebih mendesak untuk dijalankan dibandingkan pembukaan lapangan kerja, meski keduanya sama-sama penting dalam agenda pembangunan nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Penegasan tersebut disampaikan Rachmat saat menjadi pembicara dalam Prasasti Economic Forum yang digelar di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta. Ia menjelaskan, urgensi MBG berkaitan langsung dengan persoalan kelaparan dan kualitas sumber daya manusia yang masih dihadapi Indonesia, terutama di wilayah pelosok.

Klik gambar untuk melihat produk dan belanja di Shopee 👇!

“Pada waktu saya ditanya, mengapa MBG penting? Apakah MBG itu penting? Penting sekali. Apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja? Saya mengatakan MBG lebih mendesak daripada lapangan kerja,” ujarnya dalam acara Prasasti Economic Forum di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Menurut Rachmat, perdebatan antara bantuan langsung dan penciptaan lapangan kerja sering kali disederhanakan dengan analogi “memberi ikan atau kail”. Namun, ia menilai pendekatan tersebut tidak selalu relevan dalam kondisi darurat kelaparan.

“Tetapi dikatakan, katanya MBG lebih penting daripada lapangan kerja. MBG penting, lapangan kerja penting, tetapi MBG lebih mendesak. Ada yang bilang, tolong kasih kail, jangan ikan. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati,” sambung Rachmat.

Baca Juga :  Bupati JTP Pacu Petani Milenial Sisordak, BUMDes Disiapkan Jadi Penopang Program MBG

Ia kemudian merujuk pada kondisi nyata di sejumlah daerah terpencil yang masih dilanda kelaparan serta rendahnya kualitas pendidikan dasar. Pengalaman mendampingi Presiden Prabowo dalam agenda peresmian sekolah rakyat menjadi penguat pandangannya soal pentingnya intervensi langsung negara.

“Cobalah lihat saudara-saudara kita di ujung pelosok desa kita, mereka lapar, mereka kelaparan. Ketika saya harus mendampingi Pak Presiden meresmikan sekolah rakyat, anak-anak kita SMP, SMA tidak bisa baca tulis. Dan itu banyak sekali,” tuturnya.

Rachmat menegaskan, MBG bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan bagian dari pembangunan infrastruktur sosial yang sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur fisik. Ia menyebut, pemenuhan gizi menjadi fondasi utama bagi peningkatan kualitas manusia Indonesia.

Baca Juga :  Teken Nota MBG, Humbahas Targetkan 28 Titik SPPG untuk 7.861 Penerima Manfaat

“Makan bergizi adalah bagian daripada pembangunan yang harus diselesaikan. Karena itu kalau kita bicara infrastruktur, mohon kita tidak dibatasi pada infrastruktur fisik, tapi juga infrastruktur sosial, mohon kita dibantu untuk menyelesaikan persoalan dasar kita,” tutupnya.

Pemerintah, lanjut Rachmat, berkomitmen memastikan program MBG dieksekusi secara serius, tepat sasaran, dan berkelanjutan sebagai langkah strategis membangun generasi sehat, produktif, dan berdaya saing.

 

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

You cannot copy content of this page