Batam, LIVESUMUT.com | Dugaan keberadaan kasino tempat perjudian di Kota Batam kembali menjadi sorotan publik.
Meski program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menjanjikan pemberantasan praktik ilegal, kenyataannya di lapangan penegakan hukum dinilai mandek, bahkan hanya menjadi slogan kosong di daerah.
Seorang narasumber yang dapat dipercaya mengungkapkan bahwa di Café 88, tepat di belakang Nagoya Food Court, beroperasi kasino yang dijaga ketat oleh pria berbadan besar dan tegap.
Omzetnya, kata dia, mencapai lebih dari Rp2 miliar per hari.
“Adapun permainan di Caffe 88 Bacarrat, roulette, niu-niu, yang ditukar dengan chips,” ujarnya pada Rabu (13/8/2025).
Narasumber tersebut membandingkan penindakan yang terjadi di Bandung beberapa waktu lalu dengan situasi di Batam.
“Padahal bulan lalu di Bandung sempat ditangkap, beda dengan di Batam bg… judi beromzet 2 miliar per hari, masih bebas tidak pernah tersentuh… di Batam ini sepertinya tidak ada penegak hukum yang mampu memberantasnya,” ungkapnya.
Ketika dikonfirmasi pada Selasa (12/8/2025), Kapolres Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin, S.I.K. memilih bungkam.
“Bungkamnya Kapolres semakin memperkuat kecurigaan publik… apakah seorang Kapolres tidak mempunyai paket data sehingga bungkam,” kata sumber tersebut dengan nada satir.
Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin yang hingga saat ini, Kamis (14/8/2025) masih memilih tidak memberikan komentar.
Publik pun mempertanyakan kinerja aparat dan menurut sumber tersebut, negara sudah memberikan fasilitas dan dukungan penuh agar Kapolda dan Kapolres dapat menjalankan tugas menjaga ketertiban, menegakkan hukum, dan melindungi masyarakat.
“Jika Kapolres dan Kapolda lebih sibuk membungkam pelapor daripada membongkar jaringan mafia judi, ladang subur bagi kehancuran Kota Batam, program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto cuman omong kosong,” pungkasnya.













