Taput, LIVESUMUT.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi terus diperkuat. Bersinergi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui Komisi X, Pemkab Taput menggelar workshop bertajuk “Implementasi Digitalisasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar” di Abe Hotel, Senin (4/5/2026).
Kegiatan strategis yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Taput, Deni Parlindungan Lumbantoruan, menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi tenaga pendidik menghadapi tantangan era digital. Di hadapan para guru SMP, SMA, dan SMK, Wabup menegaskan bahwa teknologi harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memperkuat kualitas pembelajaran, bukan sekadar sarana hiburan.
“Teknologi saat ini sudah dalam kendali kita. Tantangannya adalah bagaimana memanfaatkannya secara optimal untuk dunia pendidikan. Jangan sampai siswa lebih unggul dalam literasi digital dibanding gurunya. Guru harus terus bergerak maju, berpikir kritis, dan tetap menjaga dedikasi dalam membentuk karakter anak bangsa,” tegas Deni.
Ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan menyaring informasi di tengah derasnya arus digital agar tenaga pendidik tidak mudah terpengaruh informasi palsu maupun hoaks. Menurutnya, literasi digital kini menjadi kebutuhan mutlak bagi guru agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Dukungan serupa datang dari Anggota Komisi X DPR RI, Sabam Sinaga, yang menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperjuangkan kebijakan pendidikan yang berpihak kepada guru. Ia menyampaikan bahwa revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional terus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan guru, kepastian status tenaga pendidik, serta perlindungan hukum dalam menjalankan tugas pendidikan.
“Kualitas Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas gurunya. Karena itu, kami terus memastikan anggaran pendidikan 20 persen benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para guru dan siswa, termasuk melalui peningkatan kuota beasiswa PIP bagi pelajar di Tapanuli Utara,” ujar Sabam.
Workshop ini juga dihadiri perwakilan Direktorat SMA Kemendikbudristek, jajaran DPRD Taput, serta sejumlah pejabat Pemkab Taput. Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, Pemkab Taput menunjukkan keseriusannya menjadikan digitalisasi pendidikan sebagai fondasi untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.













